Header Ads

Hadir Pelantikan Marga Zhang Batam, Cen Sui Lan: Sinergi Untuk Membangun Kepri

Cen sui lan menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Yayasan Marga Zhang Batam - (Mencerdaskan & Memuliakan)


 

Batam – Kedatangan Cen Sui Lan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri disambut tarian tradisonal Tiongkok Barongsai, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Yayasan Marga Zhang Batam Periode Ke-2 Masa Bakti 2003-2027, di Golden Prawn Bengkong Laut, Sabtu (20/5/2023).

 Cen Sui Lan berharap para pengurus yang sudah dilantik selalu kompak dan bergandengan tangan membesarkan organisasi, dan turut mendukung tumbuh kembangkan pembangunan di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.   “Selamat dan Sukses atas pelantikan dan Pengukuhan Marga Zhang Batam Selalu berkontribusi yang terbaik mengisi pembangunan di Kata Batam,” terangnya. 

Sedangkan Ketua Panitia, Susanto Theodolite menyampaikan bahwa hadir sebanyak 28 paguyuban, yayasan, perkumpulan dari seluruh marga, suku dan agama di Kota Batam. Dimana acara disejalankandengan Perayaan HUT Ke-4 Yayasan Marga Zhang Batam.

“Walaupun berbeda marga, agama, suku tapi yakinlah kami ini Indonesia. Terima kasih mudah-mudahan kita dapat mendukung pariwisata Kota Batam. Sehingga bisa kita perkenalkan Batam melaui Marga Zhang, kita promosikan ke daerah lain bahkan dunia,” katanya.

Dengan adanya paguyuban ini, dapat menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan marga yang dapat menjadi kekuatan baik secara ekonomi maupun sosial budaya.

Masing – masing paguyuban di seluruh Indonesia juga saling mengunjungi satu sama lain untuk saling mengenal sekaligus melakukan pengembangan bisnis antar paguyuban itu sendiri.

Silsilah Marga Zhang, Turut Berkontribusi Untuk Negeri

Untuk diketahui, Marga Zhang dalam ejaan Latin Hokkian yaitu Thio atau Tio dan dalam ejaan lain yaitu Chang atau Tjong, merupakan marga terbesar ketiga di daratan Tiongkok dan menempati urutan ke-24 dalam buku Ratusan Marga Tionghoa (Bai Jia Xing).

Sama seperti etnis lainnya yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia, etnis Tionghoa juga memiliki kumpulan marga yang berbeda satu sama lain. 

Masing-masing marga, termasuk marga Zhang, memiliki leluhur yang dijadikan cikal-bakal berdirinya marga tersebut.

Dari laman tionghoa-info yang dicuplik Gurindam id, Minggu (21/5/2023), ditulis marga Zhang berasal dari sosok bernama Xie Zhang, yang tercatat sebagai keturunan Kaisar Huang Di. Xie Zhang menjabat sebagai salah seorang menteri di negara Jin pada zaman dinasti Chun Qiu.

Keturunan dari Xie Zhang kemudian menggunakan namanya sebagai marga. Pada tahun 403 Masehi, kekuasaan negara Jin pecah dan kemudian terbagi menjadi tiga negara, yaitu negara Wei, Han, dan Zhao.

Sebagian keturunan marga Zhang bermigrasi mengikuti pemimpin negaranya masing-masing. Sedangkan sebagiannya lagi masih tetap berada di wilayahnya semula.

Tidak heran kalau kemudian keturunan marga Zhang menyebar ke hampir seluruh wilayah daratan Tiongkok, dan akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Zhang kini menjadi sebuah nama marga dari etnis Tionghoa yang umum digunakan. Marga Zhang bisa dibaca ‘Thio‘ dalam dialek Hokkian, atau dibaca ‘Cheong’ dalam dialek Kanton.

Dalam dialek Pinyin dibaca Zhāng, dialek Hokkian dibaca Thio, Teo dalam dialek Teochew, Chong dalam dialek Hakka, Jang dalam bahasa Korea, dan Cho dalam bahasa Jepang.

Menurut catatan yang ada, marga Zhang sendiri merupakan marga dengan jumlah pengguna terbanyak ke tiga di Tiongkok. Total jumlah marga Zhang di Tiongkok diperkirakan mencapai 86 juta jiwa.

Jumlah ini akan semakin membesar bila marga Zhang di berbagai negara turut dimasukkan. Marga Zhang menjadi marga dengan urutan 24 dalam buku berjudul “Ratusan Marga Tionghoa Bai Jia Xing”.

Lalu ada Zhang Yimou, seorang sutradara dan produser film-film terkenal asal Tiongkok, Zhang Ning, seorang mantan pemain dan pelatih bulu tangkis putri asal Tiongkok.

Dan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, ada sejumlah pengusaha bermarga Zhang yang sukses seperti Zhang Ahui, atau dikenal dengan nama Chong Afie, seorang pengusaha, bankir, dan kapten yang berasal dari Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan.

Salah satu peninggalan Chong Afie yang masih terawat sampai saat ini adalah rumah peristirahatannya di Jalan Ahmad Yani. Rumah itu masih terawat dengan baik dan sering dikunjungi turis domestik dan mancanegara. (blog.censuilan.com/gurindam.id)

 

Diberdayakan oleh Blogger.