Header Ads

92 Orang Terpidana Narkoba akan Dihukum Mati, BNN Serahkan Tersangka 4 WN Taiwan dan Barang Bukti ke Kejari Batam




Sinarkepri.co.id-Batam
        
Empat warga Taiwan  ersangka penyelundup sabu  seberatb 1.037 ton bulan Februari 2018 lalu, Senin (4/6)  secara resmi diserahkan  Badan Nasional Narkotika (BNN)  kepada Kejaksaan Negeri Batam di lantai dasar Kejari Batam.  Penyerahan tersangka beserta barang buti tersebut, diserahkan  Direktur Psikoterapi Brigjen Pol Drs  Anjar Pramuka kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam Eoch Adi Wibowo disaksikan  Direktur Nakotika Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Dedy Siswadi  dan jajaran Kejari Batam.

Pada acara penyerahan tersangka dan barang bukti, Direktur Narkotika Jampidum Dedy Siswadi menjelaskan, setelah penyerahan,  Kejaksaan negeri Batam akan mempercepat proses pemberkasan untuk masa kerja 20  hari kedepan.    Ditambahkan, nantinya akan dibantu empat jaksa dari Kejasaan Agung.   Keempat tersangka warga Taiwan tersebut, dianmacm hukuman mati.   Dakwaan pasal kepada keempat tersangka yaitu pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 KUHP.    Masing-masing tersangka, akan dipisah berkasanya (displit)dan penuntutannya diketuai langsung Kepala Kejaksaan Negrri Batam.

 Kepala BNN yang diwakili Direktur Psikoterapi  Brigjen Pol Anjar Pramuka menjelaskan, pihaknya terus bekerjasama dengan Otoritas dari  awak penangkapan hingga saat ini yang akan diproses di kejaksaan.   Ditambahkan, saat penangkapan  oleh pihak TNI AL dan BNN  dari Kapal  MV Sunrise Glory,  BNN dan Kepolisian Taiwan telah datang ke Indonesia.  Selanjutnya dijelaskan, setelah Idul Fitri nanti,  pihak otoritas Taiwan akan menyerahkan hasil pemeriksaan rute perjalanan yang dilalui Kapal MV Sunrise Glory.  Sebab diketahui, penyeludupan  narkoba tidak hanya ke Indonesia,  tetapi ke beberapa Negara.  Bahkan keberhasilan TNI AL dan BNN mengkap penyeludup sabu tersebut,  sekaligus berhasil mencegah penyeludupan narkoba ke Philiphina. 

Sebagai catatan,   para tersangka  penyelundup sabu kuranglebih  sabu 1,3 ton  itu, antara lain :  Chen Chung Nan (Kapten Kapal), Chen Chin Tun (Nahkoda Kapal), Huang Ching Nan (Juru Mesin) dan Hsieh Lai Fu (Juru Mesin).   Kronologis singkat dari tertangkapnya penyeludup sabu   4 warga Negara Taiwan tersebut terjadi 7 Februari 2018 lalu. 

Kapal ikan berbendara Singapura  dengan nama Sunrise Glory ditengkap di Sekat Philip Batam berawal dari informasi adanya penyeludupan Nopember 2017 lalu yang diterima BNN dalam jumlah besar oleh jaringan Taiwan.   Adapun modusnya dengan menggunakan kapal ikan.  Setelah menerima informasi tersebut, BNN bekerjasama dengan TNI AL dan  Satgas 115 KKP serta Bea Cukai.  Awalnya diketahui, ada kapal ikan   Shun Deman 486  masuk melalui Selat Philip ke perairan Batam yang  dipantau Guskamla Armabar TNI AL.  Kemudian 7 Februari sekira pukul 14.00 WIB,  KRI SIGORUT dari Duskamla Armabar  TNI AL  dalam rangka operasi pengamanan perbatasan saat melakukan patrol berhasil menangkap kapal ikan berbendera Singapura dengan  lambung Sunrise Glory yang akan memasuki perairan Indonesia.  Penangkapan dilakukan karena awalnya disangkakan melanggar undang-undang perikanan dan  pelayaran. Namun setelah diperiksa muatan kapal, ternyata berisi sabu kurang lebih 1,3 ton.
         
Dalam kesempatan tersebut  Direktur Narkotika  Jampidum  Dedy Siswandi menjelaskan, sampai saat ini 92 orang narapidana  narkoba akan dihukum mati, belum termasuk 4 warga Taiwan ini.   Kendati demikian,   tersangka 4 warga Taiwan yang diancam hukuman mati ini,  akan didampinhgi pengacara dari  Indonesia (Jakarta-red).  Selanjutnya  pengacara yang belakangan hadir saat jumpa per s  Senin (4/6) itu  diperkenankan dan memberika sepata dua kata alasan pembelaaannya  kepada 4 warga Taiwan tersebut.  (arifin)   
Diberdayakan oleh Blogger.